
Guntur Subagja Mahrdika, Ketua Umum Arus Baru Indonesia (ARBI). Foto: diolah AI.
Pemilihan Presiden 2024 merupakan Pemilu yang “panas” dimana tiga kandidat calon Presiden bersaing ketat dengan konstituen masing-masing. Arus Baru Indonesia (ARBI) yang lahir atas gagasan Kyai Ma’ruf Amin yang pada Pemilu 2019 solid menjadi tim pemenangan Kyai Ma’ruf Amin selaku calon wakil presiden yang berpasangan dengan Presiden pertahana Joko Widodo, pada Pemilu 2024 terjadi polarisasi konstituen ARBI yang dukungannya menyebar di tiga kandidat calon Presiden 2024.
Kyai Ma’ruf Amin sebagai negarawan, Bapak Bangsa, tidak mengarahkan khusus para konstituennya untuk mendukung salah satu kandidat calon Presiden dan Wakil Presiden. Beliau memberikan keleluasaan selama visi misi capres dan cawapres sejalan dengan gagasan pemikiran untuk kemajuan Indonesia, untuk kesejahteraan bangsa.
Guntur Subagja Mahardika yang pada November 2023 mendapat amanah dan mandat dari Ketua Umum ARBI Dr. Lukmanul Hakim dan pengurus inti ARBI menjadi ketua umum penggantinya, membawa ARBI ke Tim Pemenangan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Bukan hanya sekedar pernyataan dukungan, tapi juga mendaftar resmi sebagai relawan yang terverifikasi dan bersertifikat yang dikeluarkan Tim Pemenangan Prabowo.

Guntur Subagja Mahardika, Founder Yayasan Mitra Mikro, bersama Prabowo Subianto, dalam acara Curcol Tukang Bakso Bersama Prabowo.
Guntur Subagja Mahardika bersama ARBI juga aktif melakukan gerakan kampanye Prabowo – Gibran, baik berupa penyebarluasan gagasan, pemikiran, dan juga aksi penggalangan kekuatan massa, khususnya kalangan umat dan masyarakat bawah seperti tukang bakso, pedagang kaki lima, pengusaha mikro dan kecil, serta basis pesantren dan generasi muda. Bahkan, Guntur melalui yayasan yang terafiliasi dengannya, Yayasan Mitra Mikro, menggelar even besar pertemuan khusus Prabowo Subianto dengan seribuan tukang bakso, pedagang kaki lima, pengusah mikro dan kecil, berdialog langsung dalam event “Curcol Tukang Bakso bersama Prabowo”.

Prabowo Subianto hadir dalam kegiatan yang digelar di gedung Sumarecon Bekasi, Jawa Barat itu, beberapa hari menjelang pencoblosan suara Pemilu 2024. Ketika itu, Prabowo sedang berkegiatan kampanye di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Namun, beliau mementingkan hadir dalam kegiatan “Curcol Tukang Bakso bersama Prabowo” tersebut, yang disambut meriah 100an para pengusaha kecil yang bangga dan memberikan dukungan penuh kepada Prabowo. Guntur Subagja hadir satu panggung bersama Prabowo Subianto dan Rosan Perkasa Roslani selaku Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo – Gibran, di forum tersebut.

Kegiatan Prabowo bersama tukang bakso dan pengusaha mikro ini menjadi viral. Berbagai media dan televisi menyiarkan langsung hasil liputannya, bahkan membuat laporan khusus di kanal televisi melalui Youtube. Dan, kegiatan itu pun turut “mendongkrak” elektabilitas Prabowo di wilayah Jakarta dan sekitarnya, khususnya JDKI akarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), yang ketika itu bersaing tipis dengan pasangan capres cawapres lainnya.

Di bawah kepemimpinan Guntur Subagja Mahardika, ARBI mengalami penguatan konsolidasi organisasi, perluasan jaringan nasional, serta peningkatan peran dalam ruang kebijakan publik, pemberdayaan ekonomi rakyat, dan partisipasi politik kebangsaan.
Guntur Subagja Mahardika membawa ARBI semakin aktif dalam merespons berbagai isu strategis nasional, mulai dari penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan UMKM dan usaha mikro, pemberdayaan generasi muda, ekonomi syariah, hingga penguatan peran masyarakat sipil dalam pembangunan nasional. ARBI menyasar generasi muda untuk berprtisipasi aktif dalam pembangunan nasional, melalui berbagai aktivitas dan profesinya. ARBI juga membangun nasionalisme generasi muda untuk mencintai negerinya, Indonesia.

Pada momentum Pemilihan Presiden 2024, ARBI mengambil posisi politik yang jelas dengan memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Dukungan tersebut didasarkan pada kesamaan pandangan mengenai pentingnya keberlanjutan pembangunan nasional, penguatan ekonomi rakyat, hilirisasi industri, kemandirian pangan dan energi, serta percepatan terwujudnya Indonesia Emas 2045.
“Bagi ARBI, politik bukan sekadar kontestasi elektoral, melainkan instrumen untuk memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, khususnya kelompok usaha mikro, kecil, petani, nelayan, pedagang tradisional, dan pelaku ekonomi rakyat lainnya. Karena itu, dukungan kepada pasangan Prabowo-Gibran juga diikuti dengan komitmen untuk mengawal berbagai program kerakyatan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,”ujar Guntur Subagja Mahardika.
Rumah ARBI: Pusat Gagasan, Pemikiran, dan Gerakan
Dalam perjalanannya, ARBI tidak hanya berkembang sebagai organisasi kemasyarakatan dan kebangsaan, tetapi juga menjadi ruang dialog dan laboratorium gagasan bagi berbagai kalangan.

Rumah ARBI yang berlokasi di kawasan Menteng menjadi pusat aktivitas organisasi yang mempertemukan tokoh masyarakat, akademisi, pengusaha, aktivis, generasi muda, serta berbagai elemen bangsa dalam membahas isu-isu strategis nasional.

Dari tempat inilah lahir berbagai diskusi, kajian, rekomendasi kebijakan, serta gerakan sosial yang bertujuan memperkuat pembangunan nasional yang inklusif dan berkeadilan. Rumah ARBI menjadi simbol semangat kolaborasi, gotong royong, dan pertukaran gagasan yang menjadi karakter utama organisasi.

Curcol Tukang Bakso Bersama Prabowo: Suara Ekonomi Rakyat
Salah satu kiprah penting ARBI menjelang Pemilu 2024 adalah keterlibatannya dalam memperkuat komunikasi antara calon pemimpin nasional dengan pelaku usaha mikro dan ekonomi rakyat.
Melalui afiliasi organisasinya, Yayasan Mitra Mikro, ARBI menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Curcol Tukang Bakso Bersama Prabowo Subianto” yang berlangsung di wilayah Bekasi, Jawa Barat, kawasan penyangga DKI Jakarta.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu forum dialog ekonomi rakyat terbesar yang melibatkan sekitar 1.000 peserta, terdiri dari tukang bakso, pedagang kaki lima, pelaku usaha mikro, pedagang kecil, dan berbagai kelompok ekonomi rakyat lainnya. Dalam forum tersebut, para peserta menyampaikan secara langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari akses permodalan, harga bahan baku, perizinan usaha, digitalisasi usaha, hingga tantangan daya beli masyarakat.

Forum “Curcol Tukang Bakso Bersama Prabowo Subianto” menjadi contoh bagaimana ARBI berupaya menjembatani aspirasi masyarakat akar rumput dengan agenda pembangunan nasional. Bagi ARBI, suara para pedagang kecil, usaha mikro, dan pekerja sektor informal merupakan bagian penting dalam perumusan kebijakan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

Kegiatan tersebut juga menegaskan komitmen ARBI untuk terus berada di tengah masyarakat, mendengarkan kebutuhan rakyat secara langsung, serta memperjuangkan kebijakan yang mampu memperkuat ekonomi kerakyatan sebagai fondasi pembangunan Indonesia.
Dari Gerakan Menuju Pengabdian Bangsa
Di bawah kepemimpinan Guntur Subagja Mahardika, ARBI terus menegaskan dirinya sebagai gerakan kebangsaan yang tidak hanya hadir dalam ruang gagasan, tetapi juga dalam aksi nyata. Dengan menghubungkan dunia pemikiran, kebijakan, ekonomi rakyat, generasi muda, dan masyarakat sipil, ARBI berupaya menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan bangsa.

ARBI menggandeng generasi muda untuk menjadi pemimpin masa depan. Berkolaborasi dengan lembaga lainnya yang dipimpin Guntur Subagja Mahardika seperti Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani), Yayasan Mitra Mikro, Asosiasi Pegadang Bakso Nusantara (Apmiso), Insan Pariwisata Indonesia (IPI), Gerbang Wirausaha Indonesia, Garda Wirausaha Nasional, Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LWMUI), Green Waqf, dan Green Business Hub, Guntur mengajak para pemuda generasi milenial dan Gen Z berkiprah untuk bangsa, menjadi pemimpin lokal dan nasional, menjadi pelaku usaha, memberdayakan masyarakat, serta aktiv dalam gerakan hijau berkelanjutan untuk pemuliaan dan pemulihan lingkungan hidup.

ARBI, sejak 1 Juni 2026, menggunakan logo baru. Logo ini untuk memperkuat branding dan positioning ARBI sebagai gerakan pemikiran dan aksi melahirkan pemimpin masa depan, membangun kolaborasi, dan mendorong Indoensia yang maju, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Filosofi logo baru ada 3 simbol yang menyatu dalam keselarasan dan harmoni. Yaitu simbol huruf A melambangkan visi besar, awal, arah, dan semangat kepemimpinan untuk masa depan. Berikutnya ikon bentuk Bendera Merah Putih mengarah ke Atas adalah merlambangkan kecintaan pada bangsa Indonesia, nasionalisme, arus baru, kemajuan, pertumbuhan, dan optimisme menuju Indonesia yang lebih baik. Warna Biru melambangkan keperayaan, integritas, profesionalisme, kebersamaan, gotong royong, dan stabiltias.

Ke depan, ARBI berkomitmen untuk terus mengembangkan peran sebagai pusat gagasan, gerakan, dan kolaborasi nasional yang mendorong terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan sejahtera. Dengan semangat gotong royong dan keberpihakan kepada rakyat, ARBI ingin menjadi bagian dari arus perubahan yang membawa Indonesia menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045.***
Tinggalkan Balasan